media diskusi menuju perubahan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 16 November 2009

Kekeringan : Bencana Yang Kurang Perhatian

Kekeringan di Pati selatan kurang mendapat perhatian dari lembaga yang ada di daerah, baik eksekutif maupun legislatif. Berbeda dengan banjir yang selalu langsung mendapat respon dari dari kepala daerah dan juga wakil rakyat, kekeringan tidak pernah mendapat tanggapan serius dan cenderung di abaikan.
Hal ini dapat dilihat dengan apa yang terjadi baru-baru ini di Pati selatan. Kekeringan telah mempengaruhi kehidupan warga baik secara ekonomi maupun sosial. Mungkin siklus tahunan ini akan kembali terulang tahun depan dan kembali cenderung di abaikan lagi. Padalahal seharusnya kondisi tersebut sudah layak dikategorikan sebagai bencana. Apalagi mengingat air bersih sangat dibutuhkan dalam keperluan sehari -hari, mulai masak , mandi, mencuci, sampai memberi minum pada ternak seperti sapi, dan kambing.
A. Daerah Rawan Kekeringan
Boleh dikatakan sebagian besar daerah Pati selatan adalah daerah rawan kekeringan. Daerah paling parah biasanya di alami daerah kecamatan Jakenan, Winong, dan Pucakwangi. Daerah kecamatan Jakenan yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih adalah daerah Jakenan barat. Sementara titik rawan kekeringan dan kekurangan air bersih biasanya berada di daerah Winong utara. Di daerah pucak wangi titik rawan berada pada daerah barat daya dari Pucakwangi.
Daerah daerah tersebut bila musim kemarau cukup panjang maka air bersih akan sulit didapatkan. Bahkan dibeberapa desa warga harus mengantre untuk mendapatkan satu galon air yang akan digunakan untuk keperluan sehari hari. Kondisi ini jelas berbanding terbalik dengan keadaan Daerah pati utara yang tidak pernah kekeringan di musim kemarau.
B. Kondisi masyarakat Pati selatan
Pati utara merupakan daerah yang airnya cukup melimpah. Bahkan pada musim kemarau  petani masih dapat menggarap sawah dengan menggunakan sumur bor. Kehidupan petani di daerah ini juga tidak terlalu terpengaruh oleh keadaan musim.
Sementara masyarakat Pati selatan bila kemarau tidak dapat lagi menggarap sawah. Sawah sawahpun pecah pecah karena kekurangan kadar air. Penggarapan sawah hanya dilakukan pada saat musim penghujan tiba. bila musim kemarau mereka tidak bisa menggarap sawahnya.
Jangankan memikirkan sawah dan pekerjaan. Bila musim kemarau panjang mereka lebih disibukan untuk mencari air untuk keperluan sehari hari dan ternak mereka. Secara ekonomi ini jelas menggu pendapatan mereka. Rutinitas kesehariannya hanya antri airdan berfikir bagaimana dapat air. Bahkan kadang mereka harus bersitegang dengan tetangga untuk mendapat segalon air. Tentunya ini menjadi pengaruh dalam kehidupan sosial bermasyarakatmereka.
Melihat kondisi seperti itu maka banyak masyakat Pati selatan yang pergi meninggalkan kampung halaman merantau kedaerah lain.
C. Upaya Menanggulangi Kekeringan
Upaya penanggulangan kekeringan sebenarnya telah dilakukan pemerintah dengan upaya membangun tempat penyimpanan air, atau masyarakat sering menyebutnya Embung. Embung hampir mirip dengan danau tapi dengan ukuran mini. Embung berfungsi untuk menampung air hujan dan dipergunakan untuk keperluan pada waktu musim kemarau tiba. Namun kelemahanya air embung bila musim kemarau tiba akan berubah warna, bahkan kadang juga bau.
Walaupun kondisi air yang seperti itu namun warga mempergunakan untuk keperluan sehari hari. Hal ini disebabkan sudah tidak ada alternatif lain yang mereka miliki. Yang jadi pertanyaan apakah air tersebut layak kosumsi atau paling tidak untuk keperluan sehari hari seperti mencuci dan juga mandi ? Lalu bagaimana nasib generasi disana ?
Selain Embung pemerintah juga telah memberikan bantuan kepada masyarakat berupa sumur artesis dengan kedalaman puluhan meter. Namun dibeberapa desa hasilnya juga kurang maksimal. Bukan karena airnya gak keluar tapi karena air yang keluar sangat asin. warga ahirnya memilih tidak menggunakan air tersebut karena rasanya sangat asin.
Kita menghargai niat baik pemerintah. Namun upaya upaya tersebut seharusnya dilakukan penelitian  para ahli terlebih dahulu sebelum memutuskan sebuah kebijakan,agar tepat sasaran.
D. Anggaran Untuk Pati Selatan

Share:

Senin, 09 November 2009

Buaya Vs Cicak

Perseteruan antara KPK dan Kepolisian menyita perhatian publik. Perseteruanya membuat masyarakat semakin sulit mencerna ucapan yang mereka jadikan sebagai pembenaran atas statmen yang mereka buat. Sumpah atas nama tuhan juga menjadi tren baru yang muncul di TV sebagai upaya mencari simpati dan dukungan dari masyakat.
Ini adalah masa masa yang suram bagi penegakan hukum di Indonesia. Terbukanya rekaman yang di dengarkan oleh ratusan jiwa rakyat Indonesia adalah fakta baru bagi masyakat tentang adanya rumor tentang Markus ( Mafia Kasus). Mungkin selama ini masyarakat hanya sekedar katanya katanya. Rekaman yang di putar di MK telah menumbuhkan asumsi dimasyakat bahwa mafia kasus benar benar da bukan cerita dongeng yang di karang.
Siapapun yang ditetapkan sebgai "pemenang " dalam kasus ini akan sulit mengubah opini yang dimiliki masyarakat bahwa ada ketidak beresan pada penegak hukum kita. Kepercyaan masyarakat pun akan semakin kecil terhadap aparat penegak hukum kita.
Diperlukan keberanian dan langkah langkah besar untuk mengembalikan kepercyaan publik. Beranikah pemerintah kita?
Share:

Selasa, 27 Oktober 2009

Menggali Tradisi Sedekah Bumi desa Tanggel



Sedekah bumi bukan merupakan suatu yang hal asing bagi masyarakat Jawa bahkan mungkin Indonesia. Ritual tahunan ini hampir dilakukan oleh setiap desa di Pulau Jawa. Begitu juga bagi masyarakat desa Tanggel Kecamatan Winong Kabupaten Pati, setiap tahun pasti mengadakan yang namanya sedekah bumi.
Nama upacara boleh sama, tapi prosesi adat yang dilakukan di desa Tanggel sangat unik dan mungkin berbeda dengan desa lain. Beberapa prosesi yang tidak bisa ditinggalkan  adalah penyembelihan kerbau, Selamatan di punden dan pementasan tari tayub. Ketiga hal tersebut adalah sesuatu yang wajib dilakukan bila sedekah bumi diperingati. Hal itu menurut masyarakat desa Tanggel sudah dilakukan turun temurun sejak ratusan tahun yang lalu.
A. Penyembelihan Kerbau

Proses awal yang dilakukan untuk memulai ritual sedekah bumi adalah penyembelihan kerbau. Biasanya penyembelihan ini dilakukan satu hari sebelum puncak peringatan. Belum ada kejelasan secara pasti tentang makna dari pemyembelihan ini. Namun dari mitos yang beredar dimasyarakat bila upacra ini tidak dilakukan akan terjadi bencana atau musibah bagi desa tersebut. Namun yang unik kerbau ini tidak dijadikan persembahan atau sesajen. Hal ini terbukti tidak ada sedikitpun bagian dari kerbau yang di tinggal kecuali darah yang memang dalam ajaran Islam di haramkan.

Terlepas benar atau tidak mitos diatas, ada hal positif yang terdapat dalam penyembelihan  tersebut. Setelah dipotong seluruh daging dan bagian kerbau di bagi bagikan kepada masyarakat. Tidak ada yamg disisakan buat sesajen. Ada pelajarran yang dapat diambil yakni kebersamaan, kerukunan dan persaudaraan. Kerbau yang disembelih merupakan iuran dari seluruh warga yang dikoordinir oleh aparat pemerintah desa dan dikembalikan sepenuhnya kepada rakyat. Sebuah tindakan nyata yang bukan hanya sloganistik, dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
B. Do'a bersama
Doa bersama dilakukan dua tahap. Do'a dimaksudkan agar desa tanggel dijauhkan dari musibah dan balak. Selain itu do'a juga dimaksudkan untuk mengingatkan manusia agar senantiasa menghargai alam sebagai tempat manusia dititipkan Tuhan.
Do'a pertama biasanya dilakukan pada malam sebelum puncak pelaksanaan sedekah bumi. Doa ini bertempat dirumah kepala desa dengan di ikuti oleh tokoh-tokoh desa. Mulai dari perangkat desa, RT/RW dan tokoh agama  semua berkumpul membaca doa agama Islam.
Dulu memang do'a bersama hanya dilakukan tokoh tokoh masyarakat saja. Namun beberapa tahun terahir ini remaja masjid juga juga berpartisipasi dengan menggelar acara serupa yang di ikuti oleh semua kalangan. Acara yang digelar meliputi Tahtiman binadlor, dzikir dan do'a bersama.

Pada tahun ini pemuda juga ikut meramaikan sedekah bumi dengan berkumpul bersama di lapangan sepakbola mengadakan refleksi terhadap kegiatan pemuda. Acara itu juga di sisipi bacaan manaqib dan do'a memohon kepada Allah agar di berikan kerukunan, kedamaiaan dalam kehidupan bermasyarakat. sebuah cita-cita dan harapan dalam doa yang sangat luhur.

Do'a bersama yang terahir di ikuti oleh semua kalangan masyarakat, bahkan bukan hanya penduduk Tanggel tetapi juga penduduk desa lain yang ingin mendapat berokah do'a yang dilakukan  banyak orang. Do'a ini dipusatkan di punden desa, yakni sebuah petilasan ( atau bisa juga makam ) dari sesepuh yang berjasa atau munkin juga pendiri desa Tanggel.
C. Pagelaran Kesenian Tayub

Tayub merupakan kesenian tradisional yang kian termarginalkan oleh anak muda sekarang. Dengan masuknya alat alat musik moderen ketanah air kesenian asli produk Jawa ini semakin ditinggalkan. Kesenian ini juga sempat menjadi media dakwah para dai kita zaman dulu.
Mungkin para pendahulu kita sudah membaca situasi semacam ini sehingga untuk melestarikan budaya tersebut dijadikan suatu kewajiban atau sesuatu yang harus ada dalam prosesi sedekah bumi di desa Tanggel. Hiburan ini dilaksanakan setelah acara doa bersama.
Demikianlah para pendahulu kita begitu arif memberikan penghargaan kepada alam dan pelajaran kepada kita. Sebuah makna yang dalam akan pesan sedekah bumi yang selalu disampaikan setiap tahun agar  manusia selalu ingat bahwa alam perlu dijaga dan di harrgai.
Share:

Sabtu, 17 Oktober 2009

Sejarah Perjalanan,Sungai Juwana Berkah atau Musibah

Wacana tentang normalisasi sungai Juwana kian santer di Pati. Sungai yang kian dangkal dan menjadi sempit ini makin ramai di bicarakan, mulai dari politisi, aktivis sampai nelayan dan petani.
Hampir disetiap tahun belakangan ini, bila musim penghujan tiba sungai Juwana selalu meluap. Dampak yang ditimbulkan luar biasa. Bukan hanya masyarakat di pinggiran sungai saja tapi sampai menutup akses ke Pati selatan. Bahkan pada tahun 2008 lalu sampai melumpuhkan jalur pantura.

A. Sejarah sungai Juwana
Dalam buku sejarah Pati yang dikarang oleh Ahmadi S.Pd sungai Juwana berasal dari penyempitan selat muria. Pada abad ke VIII antara Gunung Muria dengan pulau jawa dipisahkan oleh selat. Namun karena endapan lumpur maka beberapa abab kemudian Gunung Muria dengan pulau jawa menyatu. Selat tersebut sekarang menjadi sebuah bengawan yang disebut bengawan Silugonggo, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan sungai Juwana.
Dahulu Bengawan Silugonggo menjadi pemisah antara kadipaten Parang Garudo dan kadipaten Carang Soko. Kadipaten Parang Garudo berada di sebelah selatan sungai s4edang Carangsoko berada disebelah Utara. Setelah terjadi perang besar antara kedua kadipaten tersebut maka kemudian kedua kadipaten disatukan oleh Kembang Joyo menjadi Kadipaten Pati. Maka untuk daerah disebelah selatan sungai Juwana dikenal dengan Pati selatan, sedangkan yang disebelah utara sungai dikenal dengan Pati utara.

B. Sungai Besar

Sungai Juwana merupakan sungai besar nan panjang. Sungai ini melalui lima kecamatan di kabupaten Pati yakni kecamatan Juwana, Pati kota Jakenan, Gabus dan Kayen, satu kecamatan di Kudus dan berahir di Babalan Demak. Menurut Welkipedia dibabalan ini sungai Juwana bertemu dengan sungai Serang/ Lusi yang berasal dari Wadug kedungombo.
Sungai Juwana Juga mempunyai anak sungai seperti Sungai Glonggong yang berhulu di Todanan Blora, sungai Jodag berhulu di Pucakwangi, sungai wates di Sukolilo, dan sungai Lodan. dari sebelah barat mengalir sungai sungai kecil yang berasal dari Waduk Seloromo di Gembong yang berada dilereng Muria.

C. Manfaat Sungai Juwana

Masyarakat tepi sungai Juwana banyak memanfaatkan aliran air sungai untuk keperluan pertanian. Kondisi tanah yang subur dan air yang tidak pernah kering dimanfaat petani untuk bercocok tanam.
Selain pertanian sebagian masyarakat memanfaatkan air untuk perikanan. didaerah Pati ada perikanan air tawar dan air payau. Seperti dikecamatan Juwana petani tambak sering memanfaatkan air sungai untuk keperluan perikanan.
Sungai Juwana adalah sungai yang besar sehingga dimanfaatkan pula untuk sarana transportasi. Namun sekarang manfaat tersebut hanya terhenti sebatas di Tempat Pelelangan Ikan ( TPI ) di desa Bajomulyo saja. Banyak kapal kapal ikan, bukan hanya dari daerah pati saja yang bongkar muat disana.

D. Kondisi Sungai Juwana

Setelah usia mencapai berabab-abab kondisi sungai juwana mulai terjadi pendangkalan. Pendangkalan ini disebabkan oleh endapan lumpur yang terbawa oleh air. dibeberapa bagian sedimentasi sampai membuat dasar sungai kelihatan, bahkan berbentuk daratan. Seperti di bawah jembatan Ngantru, dimusim kemarau penumpukan lumpur itu menyerupai pulau ditengah sungai. Pendangkalan ini jadi bermasah saat curah hujan tinggi.
Kondisi lebar sungai juga menyempit. Lebar sungai dibeberapa bagian sekarang kurang dari dari 50 m. Hal ini diperparah dengan adanya bangunana bangunan yang di dirikan di lambiran sungai. Penyempitan ini tak ayal akan menimbulkan masalah bila musim penghujan tiba.
Kondisi air sungai juga perlu mendapat perhatian. Didaerah Juwana beberapa hari yang lalu dilaporkan kondisi air berubah warna dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Banyak ikan yang mati. Pembuangan limbah di tuding menjadi penyebabnya.

E. Masalah Sungai Juwana

Dampak paling besar yang di timbulkan sungai Juwana beberapa tahun terahir ini adalah banjir. Kedalaman dan lebar sungai disinyalir menjadi penyebab musibah rutin setiap tahun. Banjir yang datang selain merendam area persawahan juga meremdam pemukiman warga.
Selain itu banjir juga sering menutup akses jalan sehingga roda ekonomi terganggu. seperti banjir pada tahun 2008, selain memutus jalur kepati selatan banjir juga memutus jalur pantura. Banyak Truk pengangkut bahan makanan yang tertahan berhari hari karena banjir. Banjir juga selau merusak sarana jalan.
Masalah yang kedua adalah tentang pola pikir masyarakat akan kebersihan sungai Juwana. Terutama masalah limbah yang bisa mencemari sungai Juwana. Sehingga masalah seperti yang penulis sebut diatas tidak terjadi.
Melihat kondisi seperti itu sungai Juwana harus segera di upayakan pembehan agar bencana yang setiap tahun datang bisa diminimalisir. Kalau tidak segera ada upaya kesana akan timbul masalah masalah baru dibidang ekonomi, pertanian, perikanan dan sosial. Anggaran yang menurut informasi 750 milyar semoga menjadikan sungai Juwana kebanggaan kabupaten Pati. Perhatian pemerintah Pusat dan Daerah akan menjadikan sungai Juwana berkah, tidak menjadi musibah.

Share:

Sabtu, 19 September 2009

Mudik dan Macet di Jawa

Setiap tahun idul fitri pasti dirayakan. Bangsa Indonesia sebagian besar adalah pemeluk agama Islam yang pada setiap tahun akan merayakan hari kenangan bersama keluarga. Bagi mereka yang bekerja diluar kota atau bahkan keluar negri tradisi kembali kekampung halaman atau yang sering disebut mudik hampir pasti akan dilakukan.
Pulau Jawa adalah pulau terpadat penduduknya di Indonesia. Dengan demikian banyak penduduk pulau Jawa yang pergi merantau. Mulai merantau di Jakarta, keluar pulau Jawa atau keluar negri. Namun demikian tradisi pulang kampung setahun sekali pada saat lebaran akan dilakukan.
Masalah klasik yang sering terjadi adalah kemacetan saat arus mudik dan arus balik lebaran. Maslahnya beraneka ragam, mualai kapasitas jalan yang tidak seimbang dengan jumlah kendaraan, jalan rusak, mobil tua yang mogok, kecelakaan sampai pasar tradisional yang meluber sampai kejalan. masalah yang merupakan rutinitas dan cenderung berulang- ulang setiap tahun.
A. Kapasitas Jalan dan Keseimbangan Jumlah Kendaraan
Jalan yang sering menjadi sorotan padatnya arus lalu lintas adalah jalan pantura yang memanjang dari Jawa Barat sampai Jawa Timur. Jalan ini sering dikenal juga jalan Daendles karena dibangun pada saat jaman Belanda dibawah pimpinan jendral Daendles. Ruas jalan ini masih banyak yang sempit. Walaupun sudah ada yang dilebarkan seperti jalan dari Semarang sampai Kudus yang sudah diperlebar namun toh masih banyak jalan sempit. Sementara jumlah kendaraan bermotor setiap tahun semakin meningkat.
B. Jalan Rusak
Jalan Rusak sudah menjadi hal yang biasa dan hampir setiap tahun dilakukan perbaikan jalan. Namun toh kerusakan jalan yang ujungnya menghambat arus lalu lintas seolah tidak pernah berhenti. Upaya memperbaiki dengan mengecor jalan pun dilakukan. Namun apakah itu menjadi jaminan awetnya jalan pantura ?
Yang menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan salah satunya adalah kapasitas muatan kendaraan bermotor yang berlebih. sementara kekuatan jalan tidak dirancang untuk kemampuan itu.
C. Mobil Tua
Mobil Tua yang masih banyak beroperasi di Indonesia sering kali akan menjadi biang kemacetan. Sering kali karena umur yang sudah tua dan digunakan dalam perjalanan jauh menjadi sering rewel.  Ditambah kebiasan buruk pengendara yang tidak mengecek kesiapan mesin saat akan menggunakan jarak tempuh yang jauh.
Penyebab penyebab kemacetan tersebut bukanya tidak dapat diatasai. Selain membangun jalan yang sudah ada, dengan cara pelebaran dan perbaikan,mengingat laju pertumbuhan kendaraan yang tinggi sudah selayaknya dibuat jalan baru di pantura. Bukan hanya jalan lingkar di beberapa kota tapi jalan baru yang benar-benar dirancang untuk kendararan dengan volume banyak dan kapasitas beban yang berat.
Yang kedua mungkin perlu dibuat undang undang kepemilikan mobil pribadi, mengingat besarnya jumlah penduduk di indonesia. Dapat dibayangkan bila separuh rakyat pulau Jawa mempunyai mobil pribadi. Berapa jalan yang harus dibuat lagi. Belum lagi usia mobil mobil tua yang masih berkeliaran dijalan jalan. Yang tidak kalah penting adalah optimalisasi angkutan umum sehingga kemacetan jalan dapat dikurangi, terutama saat mudik lebaran.
Share:

Rabu, 17 Juni 2009

Antara Pegunungan Kendeng, Budaya dan Pati

Alam diciptakan Tuhan dengan segala keseimbanganya. Ada gunung, laut, sungai, danau dan lain sebagainya. Masing - masing mempunyai peran keseimbagan untuk menjaga stabilitas kehidupan dibumi ini.
Pegununungan Kendeng yang merupakan pegunugan kapur menjadi batas antara Kabupaten Pati dengan Grobogan dan Blora. Kendeng mempunyai kekayaan alam yang sangat besar. Maka tak heran jika kemudian kendeng menjadi incaran para pengusaha untuk berinvestasi. Seperti halnya pabrik semen yang saat ini menuai pro dan kontra.
Terlepas dari pro dan kontra diatas, jadi atau tidak jadi pabrik semen tersebut, Yang ingin penulis sampaikan adalah agar semua tetap menjaga keseimbanagan alam. Alam butuh keseimbangan untuk menjaga kehidupan didunia ini

A. Keunikan

Pegunungan kendeng adalah pegunungan kapur. Selain menyimpan kekayaan alam yang besar, Kendeng juga menjadi tumpuan hidup bagi sebagian petani di Pati selatan. Pegunungan ini dapat menyimpan air yang banyak dimanfaatkan petani dibawahnya, seperti petani di kecamatan Tambakromo, Gabus, Winong, Pucakwangi, Jaken dan Jakenan. Sayang setelah terjadi penebanagan hutan besar - besaran pada tahun sembilan delapan pegunungan kendeng menjadi gundul dan daya simpan air menjadi berkurang. Bahkan pada musim penghujan sering terjadi banjir.
Seperti pegunungan yang lain, kendeng juga mempunyai relief pegunungan pada umumnya berjurang dan berbukit. Yang membuat unik dari pegunungan ini adalah banyak gua. Sebagian gua - gua ini merupakan aliran sungai dibawah gunung. Seperti Gua Pancur di Kayen dan Gua Wareh di Sukolilo. Kedua Gua ini merupakan aliran sungai dibawah gunung. Bahkan ada masyarakat yang meyakini dibawah kendeng merupakan aliran air, atau pegunungan yang isi didalamnya air.

B. Kendeng dan Budaya

Kalau diruntut, kendeng menyisakan berbagai peninggalan sejarah, seperti situs dan makam. Seperti makam sunan Prawoto di Sukolilo dan makam pangeran Benowo di Morotoko Pucakwangi.
Sejarah Pati berasal dari penyatuan dua kadipaten Carang Soko dan Paranggarudo yang nenurut cerita Paranggarudo berada dibagian selatan, disekitar lereng kendeng.
Kendeng juga menjadi saksi sejarah perjuangan masyarakat Samin terhadap penjajah Belanda. Mereka tidak mau tunduk terhadap peraturan yang dibuat Belanda yang dirasa merugikan bangsa Indonesia pada waktu itu.
Situs dan peninggalan sejarah yang belum sempat kita pelajari tentunya masih bisa dipelajari oleh generasi berikutnya. Begitu juga budaya yang berkembang didalamnya. Rusaknya alam berarti rusaknya situs dan budaya masa lalu.

C. Fungsi Kendeng

Kabupaten Pati merupakan Kabupaten yang lengkap. Berada didataran rendah . Disebelah barat gunung Muria tinggi menjulang. Dibagian utara dan timur membentang laut jawa yang kaya potensi. Disebelah selatan Pegunungan Kendeng memanjang yang disinyalir dapat pula meredam getaran gempa.
Selain itu beberapa fungsi kendeng adalah
1. sebagai penyimpan air
2. Sebagai obyek wisata
3. Sarana studi
Maka kelestarian alam harus dijaga agar potensi yang ada didalamnya tidak hanya dapat dinikmati saat ini saja. Sekali lagi alam butuh keseimbangan agar bencana tidak menghantui umat manusia. Hilangnya keseimbangan alam yang sudah diatur Tuhan, berarti datangnya benca bagi kehidupan.

Share:

Rabu, 27 Mei 2009

Sebuah Pesan Dari Gosip Jalanan

Manusia sebagai mahluk sempurna dibekali akal dan pikiran untuk membedakan baik dan buruk. Namun karena akal tersebut acap kali manusia menjadi mahluk yang paling mengerikan didunia melebehi monster yang diasumsikan sebagai makhluk jelek yang selalu menebar petaka dibumi ini.
Betapa tidak, manusia terlihat cantik dan tampan serta manis dilihat oleh sesama manusia tetapi munkin tidak bagi makluk lain. Ribuan pohon mungkin sedang mengalami ketakutan karena tinggal menungga kapan kelompoknya akan musnah ditebang manusia. Begitu juga binatang-binatang yang ada, tinggal kapan mereka akan menjadi korban berikutnya sehingga habitatnya juga akan hilang.
Dulu berlaku hukum rimba yang selalu dikonotasikan jelek oleh manusia. Namun ternyata itu lebih membuat mereka jauh lebih aman ketimbang hukum yang diberlakuan manusia. Walaupun yang lemah selau kalah tetapi ternyata masih bisa mempertahankan kelangsungan hidup habitatnya. Tetapi hukum yang diberlakukan manusia saat ini, tidak menjamin kelestarian hidup mereka.
Eksploitasi besar-besaran yang dilakukan manusia terhadap daratan dan lautan, telah membuat ancaman kehidupan. Bukan hanya bagi hewan dan tumbuhan yang ada didalamnya, tetapi juga bagi jutaan jiwa umat manusia diseluruh dunia. Manusia tanpa disadari perlahan tapi pasti telah membuka peluang untuk memusnahkan kelompoknya sendiri.
Dari sebuah akal manusia, tercipta mesin-mesin canggih yang bisa membantu memudahkan kebutuhan manusia. Mulai dari mesin komunikasi, transportasi sampai mesin- mesin berat industri. Semua adalah hasil yang membanggakan bagi keberhasilan manusia.
Disisi lain, keseimbangan alam yang selalu memberikan kontribusi bagi keberhasilan manusia tersebut tidak dijaga. Gunung, hutan, sungai, sampai didasar laut, semua dilaporkan mengalami kerusakan. Oleh siapa ?
Sekarang dibutuhkan pemikiran besar manusia untuk mempertahankan bumi agar para anak cucu nanti tidak kecewa dengan para pendahulunya. Sebuah harapan agar mereka tidak bilang "kita telah dilahirkan dan dibunuh oleh monster yang mengerikan".
Alam butuh sebuah keseimbangan untuk menjaga kehidupan dibumi ini. Sebuah pertanyaan besar, apa yang akan dilakukan oleh anak cucu kita nanti ?
Sebuah pesan untuk pemimpin baru kita dihari lingkungan hidup sedunia
Share:

Definition List

Unordered List

Support

Program Affiliate Indowebmaker